hembusan bau hujan itu menerbangkanku pada sekilas masa
tentang simpangan jalan yang membuatku ingin melewatinya ribuan kali
tak kupedulikan segelintir air hujan merambah baju dan celana
yang ku harap hanya bisa memilikimu dari sudut kecil pagar rumah
sore adalah kawan dari rindu yang dalam
menemani langkah- langkah kecil bentuk perjuangan
Aku kini telah remaja dan mengerti
mengenalmu adalah sebuah rutinitas dari detik yg terlewat
entah mengapa aku hanya sebatas pada memilikimu dari sudut kecil pagar rumah
dan aku rasa itu telah membuatku sangat bahagia walau "lebih" itu kata yg tersirat
malam adalah kawan dari cinta yang mendalam
meneduhkan tawa- tawa khas candamu dalam bentuk kesederhanaanku
kurangkum sejenak sajak- sajakku
dan aku mulai menyadari apa arti masa ini bagi masa lalu diluar pagar rumahmu
di masa ini aku mengenalmu untuk masa kecilku yang tak mengenalmu
