Powered By Blogger

Rabu, 24 Januari 2018

Sendiri dan jangan datang

Pasrah bukan hanya untuk mencari berkah. Aku padamu memang kuasa Illah. Tapi semoga sabar ini tak akan menjadi lelah.

Siang itu kaki ku mengantarkan pada paving-paving pinggir jalan raya. Angin membawa aroma pertanda akan hujan. Aku tak takut mendung, aku tak takut hujan, aku hanya takut kehilangan rasa inginmu untuk menemuiku. Selipan doa menyusur mengikuti langkah. Akan kah nanti kamu tergerak kemari menjemput lelah ku pada harap?

Hujan mengguyur deras kota kecil ini. Aku berlari berlindung dari tetesan hujan yang tajam hingga merengkuh sukma. Kenapa hujan begitu berkawan pada rasa ingin sendiriku? Aku hanya ingin sendiri, hujan. Jangan datang dan membuat sepatuku basah. Jangan datang dan membuat aku bertambah resah. Jangan datang, jangan datang disaat yang tak tepat.

Sejujurnya aku butuh binar mata coklatmu untuk lega. Tapi kenapa aku tak sanggup menemuimu yang menanti pada gedung diseberang. Aku tak punya kuat dan hebat untuk menahan tangis didepanmu.
Sekali ini, biarkan aku berjalan-jalan bersama logikaku dalam hujan. Biarkan jariku menari merangkai kata yang tak ingin ku tuliskan.

Maaf aku hanya ingin benar-benar sendiri.